Untuk menggabungkan kekuatan nasabah bank dan asuransi, PT Prudential Life Assurance (Prudential) bekerja sama dengan PT Bank Internasional Indonesia (BII) dalam memasarkan produk bancassurance. “Potensi penjualan produk asuransi melalui perbankan (bancassurance) di Indonesia masih sangat besar,” kata William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indonesia.
Dijelaskannya, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), per 31 Desember 2010, jalur distribusi bancassurance di Indonesia memberikan kontribusi terhadap perolehan premi sebesar 28% terhadap keseluruhan perolehan premi bisnis asuransi jiwa di Indonesia. Sementara itu, di Prudential Indonesia, jalur bancassurance telah memberikan kontribusi sekitar 13% dari keseluruhan perolehan premi tahun lalu sebesar Rp 10,09 triliun.
Pendapat Ridha Wirakusumah menguatkah indikasi itu. Menurut Presiden Direktur BII itu, penjualan produk asuransi, khususnya yang terkait investasi melalui perbankan juga masih cukup besar. Ini tercermin dari jumlah dana masyarakat di perbankan yang terus meningkat.
Mengacu data Bank Indonesia per Desember 2010, jumlah dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan Indonesia sampai akhir 2010 mencapai Rp 2.338,82 triliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 19,89% dibandingkan DPK perbankan tahun 2009 sebesar Rp1.950,71 triliun.Adapun produk asuransi Prudential yang akan ditawarkan melalui BII antara lain Forta Pesona, Forta Premi Tunggal, Forta Pensiun, Forta Kesehatan dan Forta Pendidikan.
Bagi Prudential Indonesia, kerja sama dengan BII akan memperluas jangkauan kepada masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya perlindungan asuransi serta meningkatkan jaringan bancassurance-nya di Indonesia.Untuk BII, sinergi bisnis tersebut diharapkan akan meningkatkan pertumbuhan fee-based income (pendapatan non bunga). BII berharap, pendapatan non bunga dari jalur bancassurance akan terus meningkat. Pada 31 Desember 2010, total fee based income yang diraih BII Rp 2,07 triliun, atau sekitar 30% dari total pendapatan.